HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 5 LHOKSEUMAWE

  • Syahabuddin Hamid Poltekkes Aceh
  • Subki Subki Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Ainil Yusra Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Sulaiman Harun Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Munazar Munazar Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Syam Irwan Poltekkes Kemenkes Aceh
Keywords: Adolescents, Eating Habits, Nutritional Status

Abstract

Nutritional problems among adolescents remain a public health issue that may affect the quality of human resources in the future. Eating habits are considered one of the factors influencing adolescents’ nutritional status. This study aimed to analyze the relationship between eating habits and nutritional status among adolescents at SMA Negeri 5 Lhokseumawe City. This research employed an analytical study with a cross-sectional design. A total of 62 female students were selected using a random sampling technique. Data were collected through questionnaires and nutritional status measurements, then analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had poor eating habits (96.8%), while most of them had normal nutritional status (54.8%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.362 (p > 0.05), indicating no significant relationship between eating habits and nutritional status among adolescents. This finding suggests that adolescents’ nutritional status is influenced not only by eating habits but also by other factors such as physical activity, metabolic conditions, and socioeconomic status. Therefore, a comprehensive nutritional approach is needed to improve adolescent health.

 

Abstrak

Masalah gizi pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang dapat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menentukan status gizi remaja adalah kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 62 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner kebiasaan makan dan pengukuran status gizi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan makan kurang baik (96,8%), namun mayoritas status gizi berada pada kategori normal (54,8%). Hasil analisis statistik diperoleh nilai p = 0,362 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan status gizi remaja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi remaja tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan, tetapi juga oleh faktor lain seperti aktivitas fisik, metabolisme tubuh, dan kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan gizi yang komprehensif untuk meningkatkan kesehatan remaja.

References

1. Efendi R, Andreswari D, Mukhtadin A. Pengelompokan dan Pemetaan Derajat Kesehatan Masyarakat Pada Tingkat Kelurahan Kota Luuk Linggau Dengan Metode Fuzzy C-Means. 2022;10(2):153–66.
2. Kemenkes RI. Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia. 2018; Available from: https://www.facebook.com/KementerianKesehatanRI/posts/kenali-masalah-gizi-yang-ancam-remaja-indonesiamenteri-kesehatan-ri-mengungkapka/2052746411422115/
3. Unicef. Buku Panduan untuk Siswa. Hidup Sehat Sejak Sekarang Untuk Remaja Kekinian. 2019.
4. Al Furqan., Hastuti Marlina., Tetti Herawati Sipayung., Suparno. DN. Peran Sosialisasi Fungsi Gizi Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja. J Ilm Kesehat Indones. 2023;1 (1):1–11.
5. Kemenkes RI. Gizi saat Remaja Tentukan Kualitas Keturunan. 2020; Available from: https://kemkes.go.id/id/gizi-saat-remaja-tentukan-kualitas-keturunan
6. Pujiati Setyaningsih. & J. Sikap Remaja Terhadap Permasalahan Gizi di Panti Asuhan Putra dan Putri. J Res Midwifery Politek Tegal. 2022;11:122–30.
7. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
8. Hafiza, Dian., Utmi, Agnita., dan Niriyah S. Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja SMP YLPI Pekan Baru. J Ilmu Keperawatan (Journal Nurs Sci [Internet]. 2020;9 (2):86–96. Available from: https://jurnal.stikes-alinsyirah.ac.id/keperawatan/article/view/671/148
9. Ridwan AN. Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di Sekolah Menengah Atas Cokroaminoto Sukaresmi Kabupaten Cianjur Tahun 2019. 2019;
10. Tinambunan Livoina Gita Kasih., Pella, Joan Adesandra., Manurung, Juliana Giofana., Kartika, Lia., dan Nugroho DY. Hubungan Kebiasaan Makan dengan Status Gizi Remaja Asrama. J Indones Natl Nurses Assoc [Internet]. 2020;5 (1). Available from: http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v5i1.205
11. Fikawati, Sandra., Syafiq, Ahmad dan Veratamala A. Gizi Anak Dan Remaja [Internet]. Depok : Raja Grafindo Persada; 2017. Available from: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1136312
12. Filius Chandra., Siti Fati Hatussaadah. TYF. Karakteristik Responden, Pekerjaan, Pendapatan dan Status Gizi pada Remaja. J Akad Baiturrahim Jambi (JABJ),. 2024;13 (1):145–9.
13. Hardianto AW. Analisis Stimulus Organism Response Model Pada “Dove Campaign For Real Beauty 2004 – 2017. J Transaksi. 2019;11 (1).
14. Novita Arum Nurkumala., Filius Chandra., Andicha Gustra Jeki. A. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Gizi Seimbang dengan Kejadian Gizi Kurang pada Remaja Putri di SMPN 1 Kota Jambi. 2024;3:266–81.
Published
2025-12-26