PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PASIEN KEDARURATAN DI RUANG GAWAT DARURAT

  • Lilis Pujiati STIKes Flora Medan
  • Sri Dewi Br Siregar STIKes Flora Medan
  • Era Zana Nisa STIKes Flora Medan
  • Dady Hidayah Damanik STIKes Flora Medan

Abstract

The condition of patient admission to the Emergency Room due to urgent medical conditions often triggers feelings of anxiety in patients. Anxiety can increase stress and have a negative impact on patients' physical and emotional conditions. One approach that can be used to reduce anxiety in emergency patients is the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). The purpose of this study was to determine the effect of implementing SEFT therapy on reducing anxiety in emergency patients. This research used a pre-experimental design with one group pretest–posttest. The study was conducted at Sundari General Hospital Medan with a population of 250 emergency patients. Using the G*Power application, a sample of 30 respondents was selected. Data analysis was carried out using the Paired Sample T-Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that before SEFT therapy, most emergency patients experienced severe anxiety (56.7%) with a mean score of 29.93 ± 6.938. After therapy, most patients experienced mild anxiety (43.3%) with a mean score of 17.67 ± 5.365. Statistical tests showed a significant effect of SEFT therapy on reducing anxiety levels, with a p-value of 0.000 (< 0.05) and t-count 25.217 greater than t-table 1.699. Conclusion: SEFT therapy effectively reduces anxiety levels in emergency patients. Nurses are encouraged to integrate SEFT therapy into holistic care approaches for emergency patients.

 

Abstrak

Keadaan masuknya pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat kondisi medis yang mendesak sering menimbulkan kecemasan pada pasien. Kecemasan dapat meningkatkan stres dan berdampak negatif terhadap kondisi fisik maupun emosional pasien. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan pasien kedaruratan adalah terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan pasien kedaruratan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model one group pretest–posttest. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Sundari Medan dengan populasi 250 pasien kedaruratan. Dengan aplikasi G*Power, diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi SEFT, sebagian besar pasien mengalami kecemasan berat (56,7%) dengan rata-rata skor 29,93 ± 6,938. Setelah terapi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (43,3%) dengan rata-rata skor 17,67 ± 5,365. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan dengan p-value 0,000 (< 0,05) dan t-hitung 25,217 lebih besar dari t-tabel 1,699. Kesimpulannya Terapi SEFT efektif dalam menurunkan kecemasan pasien kedaruratan. Disarankan kepada perawat untuk mengintegrasikan terapi SEFT sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pelayanan keperawatan pasien gawat darurat.

 

References

1. Ali A, Ifadah E, Hidayah N. Keperawatan gawat darurat: teori dan implementasi. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia; 2024.
2. Kementerian Kesehatan RI. Standar pelayanan instalasi gawat darurat rumah sakit. Jakarta; 2022.
3. Hawari D. Manajemen stres, cemas, dan depresi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2019.
4. Stuart GW. Principles and practice of psychiatric nursing. 11th ed. St. Louis: Elsevier; 2021.
5. Potter PA, Perry AG, Stockert P, Hall A. Fundamental of nursing. 10th ed. St. Louis: Elsevier; 2021.
6. Zainuddin AF. SEFT: Spiritual Emotional Freedom Technique. Jakarta: Afzan Publishing; 2021.
7. Hadibroto I, Alam S. Terapi komplementer dalam keperawatan. Jakarta: EGC; 2020.
8. Utami RS. Pengaruh terapi SEFT terhadap kecemasan pasien pra-operasi. Jurnal Keperawatan. 2023;15(2):123–130.
9. Ruswadi R. Efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique terhadap kecemasan pasien. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2024;12(1):45–52.
10. Bahruddin MA, Hartono D, Sunanto S. Pengaruh terapi SEFT terhadap tingkat kecemasan pasien. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia. 2023;2(11):1–10.
11. Keliat BA, Akemat. Keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: EGC; 2020.
12. Cannon WB. The wisdom of the body. New York: Norton; 2020.
13. Notoatmodjo S. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2020.
14. Hamilton M. The assessment of anxiety states by rating. Br J Med Psychol. 1959;32(1):50–55.
15. Thompson E. Hamilton Rating Scale for Anxiety (HAM-A). Occup Med (Lond). 2015;65(7):601.
16. Zainuddin AF. SEFT for healing: spiritual emotional freedom technique. Jakarta: Afzan Publishing; 2021.
17. Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2021.
18. Dahlan MS. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. 6th ed. Jakarta: Epidemiologi Indonesia; 2020.
19. Kozier B, Erb G, Berman A, Snyder SJ. Fundamentals of nursing. 10th ed. Boston: Pearson; 2020.
20. Potter PA, Perry AG, Stockert P, Hall A. Fundamental of nursing. 11th ed. St. Louis: Elsevier; 2022.
21. Santrock JW. Life-span development. 17th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
22. Wahyuni S. Faktor yang mempengaruhi kecemasan pada pasien dewasa. J Keperawatan Jiwa. 2019;7(2):85–92.
23. Videbeck SL. Psychiatric mental health nursing. 8th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
24. Guyton AC, Hall JE. Textbook of medical physiology. 14th ed. Philadelphia: Elsevier; 2021.
Published
2026-01-23