https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/issue/feed Indonesian Trust Health Journal 2026-01-31T09:53:28+00:00 Muhammad Taufik Daniel Hasibuan indonesiantrusthealthjournal@gmail.com Open Journal Systems <p>Indonesian Trust Health Journal (ITHJ) is a journal managed by Murni Teguh University and published twice a year. ITHJ is intended to be a platform for sharing knowledge among healthcare professionals, thereby improving knowledge and providing health services that can benefit the community.</p> https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/392 PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO EDUKASI TERHADAP MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI 2025-12-02T07:37:03+00:00 Subki Abdul Jalil kysna76@gmail.com Nizan Mauyah nizanmauyah@gmail.com Nora Usrina norausrina@poltekkesaceh.ac.id <p>Measles is a highly contagious disease and is one of the leading causes of death among children worldwide. Tarmizi stated that 12 provinces have designated measles cases as Outbreak (KLB) cases. The more people who are not vaccinated, the greater the risk of infection. In 2021, there were 132 suspected cases, and in 2022, this reached 3,341 cases. This study design uses a quasi-experimental pre-test post-test method with the aim of analyzing the effect of health promotion through educational video media on mothers' motivation in administering measles immunization to infants. The population consisted of mothers with infants, with a sample size of 62 people determined using the Sample Size application with a prevalence of 20%, a significance level of 0.05, and an absolute precision of 0.1. The sampling method used was accidental sampling, involving mothers who came to the Posyandu (Integrated Health Post). Based on the statistical test results using the paired T-test, a p-value of 0.000 was obtained, where p-value &lt; 0.05, indicating that there is an effect of health promotion through educational video media on mothers' motivation in administering measles immunization to infants in the working area of Samudera Public Health Center, North Aceh Regency. It is expected that Samudera Public Health Center should implement effective and sustainable information delivery efforts, such as health education through audio-visual means, distributing posters, distributing leaflets, and installing banners about the measles disease.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstra</strong><strong>k</strong></p> <p>Campak adalah penyakit yang sangat menular dan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak di seluruh dunia. Tarmizi mengatakan ada 12 provinsi yang menetapkan kasus campak sebagai kasus KLB. Semakin banyak orang yang tidak divaksinasi, semakin besar risiko infeksi. Tahun 2021 terdapat 132 kasus suspek dan tahun 2022 mencapai 3.341 kasus. Rancangan penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen pre test post test dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan melalui media video edukasi terhadap motivasi ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi. Populasi adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi dengan jumlah sampel 62 orang dengan menggunakan aplikasi Sample Size dimana Prevalensi 20%, tingkat kemaknaan&nbsp; 0,05 dan presisi absolut 0,1. Metode yang digunakan yaitu accidental sampling yaitu ibu-ibu yang datang ke Posyandu. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji T-test (berpasangan) menghasilkan nilai p=0,000 dimana nilai p&lt;0,05 berarti ada pengaruh promosi kesehatan melalui media video edukasi terhadap motivasi ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupatem Aceh Utara. Diharapkan kepada Puskesmas Samudera perlu dilakukan upaya penyampaian informasi yang efektif dan berkesinambungan seperti penyuluhan kesehatan melalui audio visual, membagikan poster, membagikan leaflet dan memasang spanduk tentang penyakit campak.</p> 2025-12-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/383 EFEKTIVITAS SIMULASI TELEHEALTH TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI KLINIS MAHASISWA FISIOTERAPI PADA KASUS PENYAKIT MUSKULOSKELETAL 2025-12-02T07:42:12+00:00 Ida Aryani Pasaribu ida12bkd@gmail.com Dewi Astuti Pasaribu dewiastutipasaribu@gmail.com <p>Musculoskeletal disorders are among the major public health problems in Indonesia, with a high prevalence and significant impact on quality of life. This condition requires physiotherapists to possess comprehensive clinical communication skills to support professional practice. The rapid development of digital health services has encouraged the adoption of telehealth simulation as an innovative learning approach. This study aims to evaluate the effectiveness of telehealth simulation in improving the clinical communication skills of physiotherapy students. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed, involving 60 final-year physiotherapy students who were divided into an intervention group (n=30) and a control group (n=30). The instrument used was the Objective Structured Clinical Examination (OSCE) based on the Calgary-Cambridge Guide, which assessed four domains of communication: building rapport, gathering information, explaining and planning, and closing the session. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test to compare pretest and posttest scores within groups, and the Mann–Whitney U Test to compare between groups, with a significance level of p&lt;0.05. The results indicated significant improvements in all communication domains in the intervention group (p&lt;0.001), while the control group showed limited progress. The Mann–Whitney U Test confirmed significant posttest differences in all communication domains, favoring the intervention group (p&lt;0.001). In conclusion, telehealth simulation is proven effective as an innovative learning strategy to enhance physiotherapy students’ clinical communication skills, and it is highly relevant for integration into physiotherapy curricula in the era of digital health transformation.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi tinggi dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Kondisi ini menuntut fisioterapis memiliki keterampilan komunikasi klinis yang komprehensif dalam menunjang praktik profesional. Perkembangan teknologi kesehatan mendorong penggunaan simulasi berbasis telehealth sebagai pendekatan pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas simulasi telehealth dalam meningkatkan keterampilan komunikasi klinis mahasiswa fisioterapi. Penelitian menggunakan desain quasi experiment pretest–posttest control group dengan total 60 mahasiswa fisioterapi tingkat akhir yang dibagi ke dalam kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Instrumen yang digunakan adalah Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis Calgary-Cambridge Guide yang menilai empat domain keterampilan komunikasi: building rapport, gathering information, explaining and planning, closing the session. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk perbandingan pretest–posttest dalam kelompok dan Mann–Whitney U Test untuk perbandingan antar kelompok, dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi di seluruh domain keterampilan komunikasi (p&lt;0,001), sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan terbatas. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan pada seluruh domain komunikasi&nbsp;klinis saat posttest dengan skor lebih tinggi pada kelompok intervensi (p&lt;0,001). Dengan demikian, simulasi telehealth terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterampilan komunikasi klinis mahasiswa fisioterapi serta relevan untuk diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan fisioterapi di era transformasi digital.</p> 2025-12-02T05:03:01+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/406 PENGARUH PEMBERIAN SARI KACANG MERAH TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI 2025-12-09T09:53:35+00:00 Novy Ramini Harahap novyraminiharahap@gmail.com Rauda Rauda novyraminiharahap@gmail.com Ida Lestari Tampubolon novyraminiharahap@gmail.com Yurika Chindi Lubis novyraminiharahap@gmail.com <p>Hemoglobin is an essential component of blood that functions to transport oxygen and iron throughout the body’s tissues. A deficiency in hemoglobin below the normal range can lead to anemia. Preventive efforts can be carried out through the administration of iron supplements and the consumption of iron-rich foods, such as red beans. This study aims to determine the effect of red bean extract on increasing hemoglobin levels among adolescent girls at SMP Amanah 1 Medan. The study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study population consisted of all female students at SMP Amanah 1 Medan, totaling 33 individuals. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 10 adolescent girls as respondents. Data were collected using an observation sheet and analyzed univariately and bivariately using the paired sample t-test with a significance level of α = 0.05. The average hemoglobin level before the administration of red bean extract was 11.34 g/dL, which increased to 11.99 g/dL after the intervention. The paired sample t-test showed a p-value of 0.000 &lt; 0.05, indicating a significant difference before and after the administration of red bean extract. The findings conclude that red bean extract has an effect on increasing hemoglobin levels among adolescent girls at SMP Amanah 1 Modern Medan. It is recommended that the school provide education on anemia and its prevention, as well as offer foods or beverages made from red beans in the school cafeteria.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Hemoglobin merupakan komponen penting dalam darah yang berperan membawa oksigen dan zat besi untuk disalurkan ke seluruh jaringan tubuh. Kekurangan hemoglobin di bawah batas normal dapat menyebabkan anemia. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah serta konsumsi makanan tinggi zat besi, salah satunya kacang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Amanah 1 Medan. Penelitian menggunakan desain <em>quasi-experiment</em> dengan pendekatan <em>one group pretest–posttest</em>. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswi SMP Amanah 1 Medan sebanyak 33 orang. Sampel dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em> sehingga diperoleh 10 remaja putri sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji <em>paired sample t-test</em> dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian sari kacang merah adalah 11,34 gr/dL, dan meningkat menjadi 11,99 gr/dL setelah intervensi. Hasil uji <em>paired sample t-test</em> menunjukkan nilai p = 0,000 &lt; 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pemberian sari kacang merah. Terdapat pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Amanah 1 Modern Medan. Disarankan kepada pihak sekolah untuk memberikan penyuluhan mengenai anemia dan pencegahannya serta menyediakan makanan atau minuman berbahan dasar kacang merah di kantin sekolah.</p> 2025-12-09T09:53:35+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/398 PENGARUH MUTU PELAYANAN DENGAN PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN 2025-12-09T12:08:40+00:00 Dyna Safitri Rhakelmi Rangkuti dynasr.rangkuti@gmail.com Rahmawati Br. Tarigan rahma.tarigan75@gmail.com Andini Mentari Tarigan amentaritarigan@gmail.com Kelwry Grace Merari Panjaitan kelwrygrace2406@gmail.com <p>Healthcare service quality is a crucial factor in determining patient satisfaction and influencing the decision to reuse healthcare services. Medan Adventist Hospital, a type C private hospital, continues to face issues related to service quality, such as long waiting times, limited communication between medical staff and patients, and a decline in outpatient visits by 2024. This study aims to determine the relationship between service quality and reuse of outpatient services at Medan Adventist Hospital. This study was quantitative with a cross-sectional design. The study population was 2,713 outpatients, and a sample of 99 respondents selected using accidental sampling. Data analysis used logistic regression with a 95% significance level. The results showed that reliability (sig=0.002), tangibles (sig=0.001), and empathy (sig=0.015) significantly influenced service reuse. Thus, the research hypothesis is accepted that service quality influences the reuse of outpatient services at Medan Adventist Hospital in. The conclusion of this study is that some dimensions of service quality are significantly related to reuse. It is recommended that the hospital improve aspects of reliability, empathy, and tangibles to increase patient satisfaction and willingness to reuse outpatient services.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam menentukan kepuasan pasien dan berpengaruh terhadap keputusan pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Advent Medan sebagai salah satu rumah sakit swasta tipe C masih menghadapi permasalahan terkait mutu pelayanan, seperti waktu tunggu yang lama, keterbatasan komunikasi tenaga medis dengan pasien, serta penurunan kunjungan pasien rawat jalan pada tahun . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan pemanfaatan ulang pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Advent Medan tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan dengan jumlah 2.713 orang, dan sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kehandalan (sig=0,002), bukti fisik (sig=0,001), dan empati (sig=0,015) berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan ulang pelayanan. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima bahwa terdapat pengaruh mutu pelayanan terhadap pemanfaatan ulang pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Advent Medan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian dimensi mutu pelayanan berhubungan secara signifikan dengan pemanfaatan ulang pelayanan. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan aspek kehandalan, empati, serta bukti fisik, agar pasien merasa lebih puas dan bersedia memanfaatkan ulang pelayanan rawat jalan.</p> 2025-12-09T12:08:40+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/401 PENGARUH PEMBERIAN IKAN GABUS KUKUS (CHANNA STRIATA) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM 2025-12-16T03:50:04+00:00 Mila Syari milasyari@helvetia.ac.id Nurrahmaton Nurrahmaton milasyari@helvetia.ac.id Elvina Sari Sinaga milasyari@helvetia.ac.id <p>Childbirth often causes injuries to the birth canal that are difficult to avoid. One of the most common complications experienced by mothers after delivery is a perineal wound, which can cause pain, discomfort, and delay the healing process. Snakehead fish (<em>Channa striata</em>) contains a high level of albumin, which plays an important role in wound healing. This study aimed to determine the effect of steamed snakehead fish (<em>Channa striata</em><strong>)</strong> consumption on perineal wound healing among postpartum mothers at BPM Neri Medan<strong>. </strong>The research design used was a pre-experimental design with a pre-test post-test control group design<strong>.</strong> The population consisted of all postpartum mothers who experienced first- and second-degree perineal tears, and the sampling technique used was purposive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis.The results showed that the data for postpartum mothers who were given steamed snakehead fish and those who were not were not normally distributed, with a <em>p-value</em> of 0.000. This indicates a significant effect of steamed snakehead fish consumption on perineal wound healing among postpartum mothers at BPM Neri Medan, Sunggal District, Deli Serdang Regency. Conclusion: The consumption of steamed snakehead fish (<em>Channa striata</em>) has a positive effect on the healing of perineal wounds in postpartum mothers. Suggestion: Health workers are encouraged to educate postpartum mothers with perineal wounds about the importance of consuming snakehead fish to accelerate the healing process.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Persalinan seringkali menyebabkan luka pada jalan lahir yang sulit dihindari, salah satu komplikasi yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan adalah luka perineum yang dapat menimbulkan rasa sakit, ketidaknyamanan, serta penundaan dalam proses pemulihan. Ikan gabus memiliki kandungan albumin yang tingg. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ikan Gabus Kukus (<em>Channa Striata</em>) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Di BPM Neri Medan. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain penelitian pre test-post test control grup design. Populasi penelitian terdiri dari seluruh ibu post partum yang mengalami luka perineum derajat I dan II, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data ibu post partum yang diberikan ikan gabus kukus dan tidak diberikan ikan gabus kukus tidak terdistribusi normal dengan nilai ρ value 0.000. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ikan gabus kukus (Channa striata) berpengaruh terhadap pemulihan luka perineum pada ibu setelah melahirkan di BPM Neri Medan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Saran untuk pihak peneliti adalah memberikan edukasi kepada ibu-ibu post partum yang mengalami luka perineum tentang manfaat pentingnya mengonsumsi ikan gabus, agar proses penyembuhan luka bisa lebih cepat.</p> 2025-12-16T03:50:04+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/402 HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 5 LHOKSEUMAWE 2025-12-26T07:03:25+00:00 Syahabuddin Hamid syahalsm25@gmail.com Subki Subki kysna76@gmail.com Ainil Yusra 74.ainil@gamil.com Sulaiman Harun sulaimanharun70@gmail.com Munazar Munazar munazar@poltekkesaceh.ac.id Syam Irwan syamirwan.s.kep@gmail.com <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11.0pt;">Nutritional problems among adolescents remain a public health issue that may affect the quality of human resources in the future. Eating habits are considered one of the factors influencing adolescents’ nutritional status. This study aimed to analyze the relationship between eating habits and nutritional status among adolescents at SMA Negeri 5 Lhokseumawe City. This research employed an analytical study with a cross-sectional design. A total of 62 female students were selected using a random sampling technique. Data were collected through questionnaires and nutritional status measurements, then analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had poor eating habits (96.8%), while most of them had normal nutritional status (54.8%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.362 (p &gt; 0.05), indicating no significant relationship between eating habits and nutritional status among adolescents. This finding suggests that adolescents’ nutritional status is influenced not only by eating habits but also by other factors such as physical activity, metabolic conditions, and socioeconomic status. Therefore, a comprehensive nutritional approach is needed to improve adolescent health.</span></p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;">&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Masalah gizi pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang dapat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menentukan status gizi remaja adalah kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 62 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik <em>random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner kebiasaan makan dan pengukuran status gizi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan makan kurang baik (96,8%), namun mayoritas status gizi berada pada kategori normal (54,8%). Hasil analisis statistik diperoleh nilai p = 0,362 (p &gt; 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan status gizi remaja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi remaja tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan, tetapi juga oleh faktor lain seperti aktivitas fisik, metabolisme tubuh, dan kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan gizi yang komprehensif untuk meningkatkan kesehatan remaja.</p> 2025-12-26T07:03:25+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/403 PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PADA REMAJA PUTRI 2025-12-31T06:25:36+00:00 Rauda Rauda raudasiregar90@gmail.com Novy Ramini Harahap raudasiregar90@gmail.com Siti Aisyah raudasiregar90@gmail.com Ade Ilma Ilham Putri raudasiregar90@gmail.com <p>Dysmenorrhea is characterized by lower abdominal pain that occurs before or during menstruation. It is one of the most frequent gynecological complaints among adolescents and often disrupts their daily activities, including school attendance and productivity. Non-pharmacological interventions, such as yoga exercise, have gained increasing attention as complementary approaches for managing menstrual pain. Yoga is believed to promote relaxation of the endometrial and pelvic muscles and stimulate the release of endogenous analgesic substances, including endorphins and enkephalins, thereby reducing dysmenorrheic symptoms. This study employed a quasi-experimental design using a pretest–posttest approach with a non-equivalent control group. The sample was divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention consisted of yoga exercises performed for three consecutive days. Dysmenorrhea intensity was measured using the Wong–Baker Faces Pain Rating Scale. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and the Mann–Whitney test due to the non-normal distribution of the data. A significant decrease in pain intensity was observed in the intervention group following the yoga exercise program (p = 0.004). The control group also showed a statistically significant change (p = 0.006), although the reduction was not as substantial. Comparative analysis between the two groups indicated a significant difference in pain reduction (p = 0.015), demonstrating the stronger influence of the yoga intervention compared to no intervention.Discussion:The findings suggest that yoga exercise is effective in reducing dysmenorrhea intensity among adolescent girls. The physiological mechanism behind this improvement may be attributed to muscle relaxation, enhanced blood circulation, and the increased release of endogenous opioid peptides such as endorphins and enkephalins. These mechanisms collectively contribute to the reduction of menstrual pain. The results align with existing literature supporting yoga as a beneficial non-pharmacological approach for menstrual discomfort. This study concludes that yoga exercise has a significant positive effect on reducing dysmenorrhea intensity in adolescent girls. Yoga may be considered a practical, accessible, and safe complementary therapy for managing menstrual pain among adolescents.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dismenore adalah kondisi nyeri pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau selama periode menstruasi. Dismenore keluhan yang sering dialami remaja sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. senam yoga&nbsp; merupakan salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore. Senam Yoga dapat merelaksasi otot – otot endometrium dan dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa penghambat disminore seperti endorphin dan enkefalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap intensitas dismenore pada remaja putri. Desain penelitian ini menggunakan <em>Quasi experiment</em> menggunakan pendekatan <em>pretest-posttest with non-equivalent control group</em>. Sampel pada penelitian ini dibagi 2 yaitu kelompok intervensi dan kontrol. Senam yoga dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran intensitas dismenore menggunakan <em>Wong-Baker Faces Pain Rating Scale</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon</em> dan <em>Mann-Whitney</em> karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,004), sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai (p=0,006). Dengan Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,015). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh signifikan senam yoga terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri.</p> 2025-12-31T06:25:36+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/421 PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PASIEN KEDARURATAN DI RUANG GAWAT DARURAT 2026-01-23T03:45:37+00:00 Lilis Pujiati lilispujiatiflora@gmail.com Sri Dewi Br Siregar sridewisiregar08@gmail.com Era Zana Nisa erazananusa@gmail.com Dady Hidayah Damanik Hidayahdady@gmail.com <p>The condition of patient admission to the Emergency Room due to urgent medical conditions often triggers feelings of anxiety in patients. Anxiety can increase stress and have a negative impact on patients' physical and emotional conditions. One approach that can be used to reduce anxiety in emergency patients is the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). The purpose of this study was to determine the effect of implementing SEFT therapy on reducing anxiety in emergency patients. This research used a pre-experimental design with one group pretest–posttest. The study was conducted at Sundari General Hospital Medan with a population of 250 emergency patients. Using the G*Power application, a sample of 30 respondents was selected. Data analysis was carried out using the Paired Sample T-Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that before SEFT therapy, most emergency patients experienced severe anxiety (56.7%) with a mean score of 29.93 ± 6.938. After therapy, most patients experienced mild anxiety (43.3%) with a mean score of 17.67 ± 5.365. Statistical tests showed a significant effect of SEFT therapy on reducing anxiety levels, with a p-value of 0.000 (&lt; 0.05) and t-count 25.217 greater than t-table 1.699. Conclusion: SEFT therapy effectively reduces anxiety levels in emergency patients. Nurses are encouraged to integrate SEFT therapy into holistic care approaches for emergency patients.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Keadaan masuknya pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat kondisi medis yang mendesak sering menimbulkan kecemasan pada pasien. Kecemasan dapat meningkatkan stres dan berdampak negatif terhadap kondisi fisik maupun emosional pasien. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan pasien kedaruratan adalah terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan pasien kedaruratan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model one group pretest–posttest. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Sundari Medan dengan populasi 250 pasien kedaruratan. Dengan aplikasi G*Power, diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi SEFT, sebagian besar pasien mengalami kecemasan berat (56,7%) dengan rata-rata skor 29,93 ± 6,938. Setelah terapi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (43,3%) dengan rata-rata skor 17,67 ± 5,365. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan dengan p-value 0,000 (&lt; 0,05) dan t-hitung 25,217 lebih besar dari t-tabel 1,699. Kesimpulannya Terapi SEFT efektif dalam menurunkan kecemasan pasien kedaruratan. Disarankan kepada perawat untuk mengintegrasikan terapi SEFT sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pelayanan keperawatan pasien gawat darurat.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-23T03:45:37+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/441 HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KEPATUHAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA 2026-01-27T04:45:45+00:00 Christina Mawar Veronika Simamora christinamawar123@gmail.com Muhammad Taufik Daniel Hasibuan aniel.jibril@gmail.com <p>Breast cancer is one of the most common cancers in women and requires chemotherapy as the primary treatment. The long-term chemotherapy process and its side effects can cause psychological stress. This study aims to determine the relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample in this study was 73 respondents selected using a purposive sampling technique. The results of data analysis in this study using the Pearson correlation test showed a relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients with a p-value &lt;0.05. It is recommended that hospitals integrate regular mental health screening services for all patients undergoing chemotherapy. This is important so that medical personnel can provide early stress management interventions through coping education and psychosocial support to maintain patient treatment adherence.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian paling tinggi pada perempuan dan memerlukan kemoterapi sebagai terapi utama. Proses kemoterapi yang berlangsung lama, serta efek samping yang ditimbulkan dapat menyebabkan stres psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73 responden yang diambil menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji <em>korelasi Pearson</em> menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara dengan nilai p-value &lt; 0,05. Direkomendasikan bagi pihak rumah sakit untuk mengintegrasikan layanan skrining kesehatan mental secara berkala bagi setiap pasien yang menjalani kemoterapi. Hal ini penting agar tenaga medis dapat memberikan intervensi manajemen stres dini melalui edukasi koping dan dukungan psikososial guna menjaga kepatuhan pengobatan pasien.</p> 2026-01-27T04:41:25+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/408 HUBUNGAN PERAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KESEMBUHAN LUKA GANGREN 2026-01-31T09:53:28+00:00 Evi Sahfitri Siregar sahfitrie@gmail.com Helfrida Situmorang situmoranghelfrida@gmail.com Elfrida Nainggolan Elfridanainggolan29@gmail.com Desi Lianti Sari Hasibuan liantidesi12@gmail.com <p>The contemporary nurse do the functions in relation on various role of care giver, making clinical decision and ethics, protecting and advocating for clients, case managers, rehabilitating, comfort makers, communicators and educators. Gangrene is a process of injury or marked by the presence of dead tissue or necrosis, but microbiologically is the process of necrosis caused by infection.The purpose of this study was to determine thr relationship of the role of nurses in providing nursing care for patients with healing of gangren injuries. This study is a type of analytical research, with a cross sectional design. The population is all nurses in the hospital mitra medika. The number of samples are 20 respondents. The sampling technique in this study was total sampling. The data collection method used is a questionnaire using Likert scale consisting of 30 questions. Correlation test using <em>Chi Square</em>. The results showed a comparison between the role of nurses in providing nursing care for patients with gangrenous wounds obtained by the coefficient r = 0.569 with significance or p = 0.009 that the role of nurses in providing nursing care related to healing gangrene wounds in the inpatient ward. Conclusions from the study prove that there is a positive relationship between the role of nurses and gangrenous wounds, where the role of nurses is related to the healing process of gangrenous wounds</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perawat kontemporer menjalankan fungsi dalam kaitannya dalam berbagai peran pemberi perawatan, pembuatan keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, menejer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik. Gangren adalah proses luka atau keadaan yang ditandai adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan kesembuhan luka ganggren. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik, dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat di rs mitra medika. Jumlah sampel adalah 20 responden. Teknik dalam pengambilan sempel dalam penelitian ini adalah total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert terdiri dari 30 pertanyaan. Uji korelasi menggunakan <em>Chi Square</em>. Hasil penelitian menunjukan korelasi antara peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien dengan luka gangren diperoleh koefisien r = 0,569 dengan signifikansi atau p= 0,009 artinya bahwa peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berhubungan dengan kesembuhan luka gangren di ruang rawat inap. Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara peran perawat dengan luka gangren, dimana peran perawat berhubungan dengan proses kesembuhan luka gangren.</p> 2026-01-31T09:53:28+00:00 ##submission.copyrightStatement##