Indonesian Trust Health Journal https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj <div style="position: absolute; left: -9999px; top: -9999px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"> <p><a href="https://i88cash.org/">i88cash login</a></p> </div> <p>Indonesian Trust Health Journal (ITHJ) is a journal managed by Murni Teguh University and published twice a year. ITHJ is intended to be a platform for sharing knowledge among healthcare professionals, thereby improving knowledge and providing health services that can benefit the community.&nbsp;<a href="https://www.nycet.co.in/download_marksheet.php">situs toto</a>&nbsp;<a href="https://prolepr.com/">slot online 777</a></p> <p><a href="https://ballettstudiogittaluckau.de/">TVTOTO</a></p> <p><a href="https://slot.digipay002.id/">TOTO SLOT</a></p> <p><a href="https://rajacuanbola.us.com/">rajacuanbola</a></p> <p><a href="https://kaikoslot.news">https://kaikoslot.news</a></p> <p><a href="https://legalaidrwanda.org">Toto</a></p> <p><a href="https://www.marionlincoln.com/">https://www.marionlincoln.com/</a></p> <p><a href="https://agriculture.gov.dm/contact">link gacor</a></p> <p><a href="https://thezinfidel.com/">shiojitu</a></p> <p><a href="https://www.dentedentistas.com/">situs slot</a></p> <p><a href="https://www.rankersinstitute.com/">situs slot</a></p> <p><a href="https://www.premiertruckschool.com/">toto</a></p> <p><a href="https://www.pizzeriatarumbo.it/">toto</a></p> <p><a href="https://www.hospitalrenacimiento.com/">situs togel</a></p> <div style="position: absolute; left: -9999px; top: -9999px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"> <p><a href="https://eb.ilearn.unand.ac.id/">slot</a></p> </div> <div style="position: absolute; left: -9999px; top: -9999px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">&nbsp;</div> Universitas Murni Teguh en-US Indonesian Trust Health Journal 2620-5564 UJI KOMPARATIF PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN MENGGUNAKAN RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN RENDAM KAKI AIR GARAM HANGAT https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/449 <p>Elderly people often experience sleep disorders which impact their quality of life. One non-pharmacological intervention that can be used is warm water foot soak therapy and warm salt water foot soak therapy. However, the effectiveness of these two methods still needs to be studied further. This study aims to compare the effectiveness of warm water foot soaks and warm salt water foot soaks in improving the sleep quality of the elderly. This research uses a Qusi experimental design with a pretest-posttest design. The research sample involved 30 elderly people. Respondents consisted of elderly people who met the inclusion criteria and were divided into two intervention groups. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and analyzed using the t-test and MANOVA test. The results showed that there was an improvement in sleep quality in both groups after the intervention, with a significant difference between the warm water foot soak group and the warm salt water foot soak group (p &lt; 0.05). The warm water foot soak group showed better improvement in sleep quality compared to the warm salt water foot soak group. Warm water foot soaks are more effective in improving the sleep quality of the elderly compared to warm salt water foot soaks. This intervention can be recommended as a non-pharmacological strategy to treat sleep disorders in the elderly.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Lansia sering mengalami gangguan tidur yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah terapi rendam kaki air hangat dan rendam kaki air garam hangat. Namun, efektivitas kedua metode ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas rendam kaki air hangat dan rendam kaki air garam hangat dalam meningkatkan kualitas tidur lansia. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest. Sampel penelitian melibatkan 30 lansia. Responden terdiri dari lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan dianalisis dengan uji t-test serta uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas tidur pada kedua kelompok setelah intervensi, dengan perbedaan signifikan antara kelompok rendam kaki air hangat dan kelompok rendam kaki air garam hangat (p &lt; 0,05). Kelompok rendam kaki air hangat menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok rendam kaki air garam hangat. Rendam kaki air hangat lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia dibandingkan dengan rendam kaki air garam hangat. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi non-farmakologis untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia.</p> Arlitus Hura Afnijar Wahyu Lam Murni Br Sagala ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-05-17 2026-05-17 9 1 1 8 10.37104/ithj.v9i1.449 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/450 <p>Family support can play a significant role in the consumption of iron supplements. Female adolescents who receive positive family support tend to have easier access and greater encouragement to consume iron supplements regularly. This study was conducted to determine the factors influencing the use of iron supplements among female adolescents at SMAN 16 Banda Aceh. The research design is a quantitative study using an analytical method with a cross-sectional approach. The population and sample consisted of 49 female adolescents (aged 12 to 24 years). Data analysis was performed univariately and bivariately; the univariate analysis generally produced the distribution and percentage of each variable. Based on the research conducted, it can be concluded that there is a significant relationship between family support and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.008 (p-value &lt;0.05)). There is a significant relationship between knowledge and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.001 (p-value &lt;0.05)). There is a significant relationship between information sources and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.001 (p-value &lt;0.05).</p> <p>&nbsp;</p> <p>Dukungan keluarga dapat memainkan peran yang signifikan terhadap penggunaan tablet tambah darah. Remaja putri yang mendapatkan dukungan keluarga yang positif cenderung memiliki akses yang lebih mudah dan dukungan yang lebih besar dalam mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 16 Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah</p> <p>penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dengan desain crossectional, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 16 Kota Banda Aceh. Populasi dan sampel 49 orang remaja putri (usia 12 sampai dengan 24 tahun). Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat, yaitu dilakukan terhadap variabel dari hasil penelitian pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari setiap variabel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,008 (p-value &lt;0,05), ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,001 (p-value &lt;0,05), ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,001 (p-value &lt;0,05).</p> Nizan Mauyah Burdah Burdah Subki Subki Nopi Suci Pertiwi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-05-18 2026-05-18 9 1 9 16 10.37104/ithj.v9i1.450 HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN PERAWATAN KAKI PADA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG MANGAT https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/490 <p>Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that carries the risk of various complications, one of which is diabetic foot complications which can lead to ulcers and amputation. Foot care compliance is an important aspect in preventing these complications, but is still influenced by various internal and external factors, especially self-efficacy and family support. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and family support on foot care adherence in patients with type 2 DM in the Blang Mangat Community Health Center (Puskesmas) working area, Lhokseumawe City. This study uses a quantitative design with a correlational analytical approach and a cross-sectional design with a sample of 72 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire that measured self-efficacy, family support, and foot care adherence. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that most respondents had good to excellent self-efficacy and family support. Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy and foot care adherence (p = 0.026) and a highly significant relationship between family support and foot care adherence (p = 0.000). Family support shows a higher relationship strength than self-efficacy. It can be concluded that foot care compliance in type 2 DM patients is influenced by a combination of internal factors in the form of self-efficacy and external factors in the form of family support.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya komplikasi kaki diabetik yang dapat berujung pada ulkus dan amputasi. Kepatuhan perawatan kaki menjadi aspek penting dalam pencegahan komplikasi tersebut, namun masih dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, khususnya efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan <em>cross-sectional</em> dengan sampel berjumlah 72 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur efikasi diri, dukungan keluarga, dan kepatuhan perawatan kaki. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri dan dukungan keluarga yang baik hingga sangat baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kepatuhan perawatan kaki (p = 0,026) serta hubungan yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan kaki (p = 0,000). Dukungan keluarga menunjukkan kekuatan hubungan yang lebih tinggi dibandingkan efikasi diri. Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan perawatan kaki pada pasien DM tipe 2 dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal berupa efikasi diri dan faktor eksternal berupa dukungan keluarga.</p> Ainil Yusra Syahabuddin Hamid Sulaiman Harun Fitriani Agustina ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-10 2026-06-10 9 1 17 23 10.37104/ithj.v9i1.490 PENGARUH PENERAPAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP): METODE TIM TERHADAP KEPUASAN PASIEN https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/494 <p>Providing optimal nursing care is key to improving patient satisfaction. However, conditions on the ground reveal an overlap of nurses duties during critical hours, as well as complaints from patients regarding slow responses from nurses. This study aimed to determine the impact of implementing the Professional Nursing Care Model (MAKP): Team Method on patient satisfaction at RSUD Rantauprapat in 2026. This was a quantitative analytic correlational study utilizing a cross-sectional approach. Data collection was conducted over a three-week period in the surgical inpatient ward of RSUD Rantauprapat, with a sample size of 60 respondents selected via purposive sampling. The instruments used were an SOP observation sheet for the implementation of the MAKP Team and a questionnaire to measure patient satisfaction. Data analysis included univariate analysis and bivariate analysis using an alternative Chi-Square test, namely the Likelihood Ratio test. The univariate analysis showed that the majority of the MAKP team implementation at RSUD Rantauprapat was in the fair category, with 54 respondents (90.0%), and the majority of patient satisfaction levels were in the satisfied category, with 41 respondents (68.3%). The bivariate analysis using the Likelihood Ratio test yielded a p-value = 0.004 &lt; α (0.05), which means that the implementation of the MAKP team has a significant effect on patient satisfaction so Ha is accepted. The conclusion of this study indicate that the implementation of MAKP team method has a significant impact on patient satisfaction levels in the surgical inpatient ward of RSUD Rantauprapat in 2026. The hospital management is suggested to optimize the roles and coordination of nursing care providers through regular supervision so that the quality of service can be improved from the fair to the good category in order to maximize patient satisfaction.</p> <p>&nbsp;</p> <h3>Abstrak</h3> <p>Pemberian asuhan keperawatan yang optimal merupakan kunci utama dalam meningkatkan kepuasan pasien. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan adanya tumpang tindih tugas perawat saat jam kritis serta keluhan dari pasien terkait lambatnya respons perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP): Metode Tim terhadap kepuasan pasien di RSUD Rantauprapat Tahun 2026. Jenis penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Pengumpulan data dilakukan selama tiga minggu di ruang rawat inap bedah RSUD Rantauprapat dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi SOP untuk penerapan MAKP Tim dan kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji alternatif <em>Chi-Square</em> yaitu uji <em>Likelihood Ratio</em>. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas penerapan MAKP tim di RSUD Rantauprapat berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 54 responden (90%) dan tingkat kepuasan pasien mayoritas berada pada kategori puas yaitu sebanyak 41 responden (68,3%). Hasil analisis bivariat dengan uji <em>likelihood ratio</em> diperoleh nilai <em>p-value </em>= 0.004 &lt; α (0.05), yang berarti penerapan MAKP tim berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien sehingga Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) tim memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap bedah RSUD Rantauprapat Tahun 2026. Pihak manajemen rumah sakit disarankan untuk mengoptimalkan peran dan koordinasi pelaksana asuhan keperawatan melalui supervisi berkala agar mutu pelayanan dapat ditingkatkan dari kategori cukup menjadi baik demi memaksimalkan kepuasan pasien.</p> sukma Yunita Sakti Perdana Siregar Masdalifa Pasaribu Putri Salsabila ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-15 2026-06-15 9 1 24 33 10.37104/ithj.v9i1.494 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA REALIA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL MAKANAN SEHAT PADA ANAK https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/451 <p>Many children still have limited ability to recognize and distinguish between healthy and unhealthy foods. This condition may be influenced by learning methods that are less concrete and less engaging for young children. The use of realia media as a learning method is considered effective because it involves real objects that can be directly seen and touched, making it easier for children to understand the concept of healthy food. The objective of this study is to determine the effect of using realia media on the ability to recognize healthy food among children at TK Tunas Harapan Mandiri Medan. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one group pretest–posttest design. The sampling technique used was purposive sampling, involving 52 children aged 5–6 years. Data were collected using a questionnaire measuring children’s ability to recognize healthy food before and after the implementation of learning activities using realia media. Bivariate Data analysis was conducted by Wilcoxon Test. The results showed an improvement in children’s ability to recognize healthy food after the implementation of learning using realia media. Statistically, the use of realia media had a significant effect on children’s ability to recognize healthy food, with a p-value &lt; 0.05. There is a significant effect of using realia media on the ability to recognize healthy food among children. Realia media can be used as an effective alternative learning method for nutrition education in early childhood. It is recommended for future researchers to add variables such as the role of parents and children's attitudes towards healthy food to enrich the research results.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Masih banyak anak yang belum mampu mengenali dan membedakan makanan sehat dan tidak sehat dengan baik. Kurangnya pemahaman ini dapat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang kurang konkret dan kurang menarik bagi anak. Penggunaan media realia sebagai media pembelajaran dinilai efektif karena menggunakan benda nyata yang dapat dilihat dan disentuh secara langsung, sehingga memudahkan anak dalam memahami konsep makanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media realia terhadap kemampuan mengenal makanan sehat pada anak TK Tunas Harapan Mandiri Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 52 anak usia 5–6 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemampuan mengenal makanan sehat <em>pre-post</em> intervensi pembelajaran menggunakan media realia. Analisis data bivariat menggunakan Uji Wlcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal makanan sehat pada anak setelah diberikan pembelajaran menggunakan media realia. Secara statistik, penggunaan media realia menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengenal makanan sehat dengan p-value &lt; 0,05. Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media realia terhadap kemampuan mengenal makanan sehat pada anak. Media realia dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif dalam edukasi gizi anak usia dini. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel peran orang tua dan sikap anak terhadap makanan sehat untuk memperkaya hasil penelitian.</p> Dea Imelda Siregar Dior Manta Tambunan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-08 2026-07-08 9 1 34 41 10.37104/ithj.v9i1.451 HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN ULKUS DIABETIK TIPE 2 https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/497 <p>A diabetic ulcer is a chronic complication of diabetes mellitus manifesting as an open wound on the skin surface, potentially accompanied by localized tissue necrosis. Anxiety is an unpleasant and distressing feeling of fear, often accompanied by physiological symptoms. This study employed a quantitative, analytical survey design using a cross-sectional approach to determine the relationship between self-concept and anxiety levels in patients type 2 diabetes mellitus diabetic ulcers. The results showed that the majority of patients (87 individuals or 58%) possessed a positive self-concept. The majority (52 individuals or 34.7%) experienced a moderate level of anxiety. A significant relationship was found between self-concept and anxiety levels in patients with type 2 diabetes mellitus and diabetic ulcers; the Chi-Square test yielded a p-value of 0.000 (p &lt; 0.05). It is recommended that healthcare institutions continue to enhance health education regarding self-concept to help manage anxiety levels in patients with diabetic ulcers. Educational institutions are encouraged to further research and expand the body of knowledge and insight regarding self-concept and anxiety in these patients to support future studies.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Ulkus diabetikum adalah salah satu bentuk komplikasi kronik diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang dapat disertai adanya kematian jaringan setempat. Kecemasan adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang sering disertai dengan gejala fisiologis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain penelitian survei analitik. Pendekatan yang digunakan adalah <em>cross sectional study</em> dengan tujuan untuk mengetahui hubungan konsep dri dengan tingkat kecemasan pasien ulkus diabetik DM tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsep diri pasien ulkus diabetik adalah baik yaitu 87 orang (58%). Mayoritas tingkat kecemasan pasien ulkus diabetik adalah sedang yaitu 52 orang (34,7%). Ada &nbsp;hubungan signifikan antara konsep diri dengan tingkat kecemasan pada Pasien ulkus diabetik DM tipe 2, hasil uji <em>Chi Square </em>didapatkan nilai <em>p=0,0</em><em>00</em><em> (p&lt;0.05)</em><em>.</em> Disarankan kepada instansi kesehatan, diharapkan agar terus meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang konsep diri sehingga dapat mengontrol tingkat kecemasan pada pasien ulkus diabetik. Kepada Instansi Pendidikan diharapkan agar terus meningkatkan kajian untuk memperluas khasanah keilmuan dan wawasan tentang konsep diri dan kecemasan pasien ulkus diabetik untuk mendukung penelitian masa yang akan datang.</p> Bintang Hartati Dady Hidayah Damanik Aslidar Aslidar Ninda Wahyuni ##submission.copyrightStatement## 2026-07-23 2026-07-23 9 1 42 47 10.37104/ithj.v9i1.497 PENGARUH MOBILISASI PROGRESIF LEVEL 1 TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/500 <p>A frequent comorbidity in patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease is decreased oxygen saturation and significantly impacts the patient's quality of life, frequency of exacerbations, and survival. Comorbidities in COPD are thought to accelerate the natural course of the disease. This study aims to analyze the Effect of Level I Progressive Mobilization on Oxygen Saturation in Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease. The type of research conducted is a Pre-experiment Design with a One Group Pretest-posttest design approach, the population in this study were patients with chronic obstructive pulmonary disease with a sample size of 25 people. Data analysis used is the Wilcoxon Test. The results of the study showed that Oxygen Saturation in COPD Patients before Level 1 Progressive Mobilization Therapy was the majority severe and after Therapy was carried out the majority was in the mild range, there was an effect of the Level I Progressive Mobilization therapy method on Oxygen saturation in COPD patients with P Value (0.000 &lt;0.05). It is hoped that this research will enable nurses to implement level 1 progressive mobilization in patients with chronic obstructive pulmonary disease who experience decreased oxygen saturation.</p> <p>&nbsp;</p> <h2>Abstrak</h2> <p>Salah satu komorbiditas sering terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktidf kronik adalah penurunan saturasi oksigen dan secara signifikan sangat berdampak pada kualitas hidup pasien, frekuensi eksaserbasi, dan kelangsungan hidup. Komorbid pada PPOK diduga dapat mempercepat perjalanan alami penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mobilisasi progresif level 1 terhadap saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruksi kronik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah preeksperiment design dengan pendekatan one group pretes-postes design, populasi dalam penelitian ini adalah pasien penyakit paru obstruktif kronik dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Analisis data yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa saturasi oksigen pada pasien PPOK sebelum dilakukan terapi mobilisasi progresif level 1 adalah mayoritas berat dan sesudah dilakukan terapi adalah mayoritas berada pada rentang ringan, terdapat pengaruh metode terapi Mobilisasi progresif level I terhadap saturasi Oksigen Pada pasien PPOK dengan P Value (0.000&lt;0.05). Diharapkan dengan adanya penelitian ini perawat mampu menerapkan tindakan mobilisasi progresif level 1 pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik yang mengalami penurunan saturasi oksigen.</p> Zulfahri Lubis Sukma Yunita Masdalifa Pasaribu Sakti Perdana Siregar Rizki Noviyanty Harahap ##submission.copyrightStatement## 2026-07-26 2026-07-26 9 1 48 54 10.37104/ithj.v9i1.500