Indonesian Trust Health Journal https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj <p>Indonesian Trust Health Journal (ITHJ) is a journal managed by Murni Teguh University and published twice a year. ITHJ is intended to be a platform for sharing knowledge among healthcare professionals, thereby improving knowledge and providing health services that can benefit the community.</p> en-US indonesiantrusthealthjournal@gmail.com (Muhammad Taufik Daniel Hasibuan) gracesianipar23@gmail.com (Grace Loreta Sianipar, S.Kom) Tue, 02 Dec 2025 03:19:39 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO EDUKASI TERHADAP MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/392 <p>Measles is a highly contagious disease and is one of the leading causes of death among children worldwide. Tarmizi stated that 12 provinces have designated measles cases as Outbreak (KLB) cases. The more people who are not vaccinated, the greater the risk of infection. In 2021, there were 132 suspected cases, and in 2022, this reached 3,341 cases. This study design uses a quasi-experimental pre-test post-test method with the aim of analyzing the effect of health promotion through educational video media on mothers' motivation in administering measles immunization to infants. The population consisted of mothers with infants, with a sample size of 62 people determined using the Sample Size application with a prevalence of 20%, a significance level of 0.05, and an absolute precision of 0.1. The sampling method used was accidental sampling, involving mothers who came to the Posyandu (Integrated Health Post). Based on the statistical test results using the paired T-test, a p-value of 0.000 was obtained, where p-value &lt; 0.05, indicating that there is an effect of health promotion through educational video media on mothers' motivation in administering measles immunization to infants in the working area of Samudera Public Health Center, North Aceh Regency. It is expected that Samudera Public Health Center should implement effective and sustainable information delivery efforts, such as health education through audio-visual means, distributing posters, distributing leaflets, and installing banners about the measles disease.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstra</strong><strong>k</strong></p> <p>Campak adalah penyakit yang sangat menular dan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak di seluruh dunia. Tarmizi mengatakan ada 12 provinsi yang menetapkan kasus campak sebagai kasus KLB. Semakin banyak orang yang tidak divaksinasi, semakin besar risiko infeksi. Tahun 2021 terdapat 132 kasus suspek dan tahun 2022 mencapai 3.341 kasus. Rancangan penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen pre test post test dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan melalui media video edukasi terhadap motivasi ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi. Populasi adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi dengan jumlah sampel 62 orang dengan menggunakan aplikasi Sample Size dimana Prevalensi 20%, tingkat kemaknaan&nbsp; 0,05 dan presisi absolut 0,1. Metode yang digunakan yaitu accidental sampling yaitu ibu-ibu yang datang ke Posyandu. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji T-test (berpasangan) menghasilkan nilai p=0,000 dimana nilai p&lt;0,05 berarti ada pengaruh promosi kesehatan melalui media video edukasi terhadap motivasi ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupatem Aceh Utara. Diharapkan kepada Puskesmas Samudera perlu dilakukan upaya penyampaian informasi yang efektif dan berkesinambungan seperti penyuluhan kesehatan melalui audio visual, membagikan poster, membagikan leaflet dan memasang spanduk tentang penyakit campak.</p> Subki Abdul Jalil, Nizan Mauyah, Nora Usrina ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/392 Tue, 02 Dec 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS SIMULASI TELEHEALTH TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI KLINIS MAHASISWA FISIOTERAPI PADA KASUS PENYAKIT MUSKULOSKELETAL https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/383 <p>Musculoskeletal disorders are among the major public health problems in Indonesia, with a high prevalence and significant impact on quality of life. This condition requires physiotherapists to possess comprehensive clinical communication skills to support professional practice. The rapid development of digital health services has encouraged the adoption of telehealth simulation as an innovative learning approach. This study aims to evaluate the effectiveness of telehealth simulation in improving the clinical communication skills of physiotherapy students. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed, involving 60 final-year physiotherapy students who were divided into an intervention group (n=30) and a control group (n=30). The instrument used was the Objective Structured Clinical Examination (OSCE) based on the Calgary-Cambridge Guide, which assessed four domains of communication: building rapport, gathering information, explaining and planning, and closing the session. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test to compare pretest and posttest scores within groups, and the Mann–Whitney U Test to compare between groups, with a significance level of p&lt;0.05. The results indicated significant improvements in all communication domains in the intervention group (p&lt;0.001), while the control group showed limited progress. The Mann–Whitney U Test confirmed significant posttest differences in all communication domains, favoring the intervention group (p&lt;0.001). In conclusion, telehealth simulation is proven effective as an innovative learning strategy to enhance physiotherapy students’ clinical communication skills, and it is highly relevant for integration into physiotherapy curricula in the era of digital health transformation.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi tinggi dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Kondisi ini menuntut fisioterapis memiliki keterampilan komunikasi klinis yang komprehensif dalam menunjang praktik profesional. Perkembangan teknologi kesehatan mendorong penggunaan simulasi berbasis telehealth sebagai pendekatan pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas simulasi telehealth dalam meningkatkan keterampilan komunikasi klinis mahasiswa fisioterapi. Penelitian menggunakan desain quasi experiment pretest–posttest control group dengan total 60 mahasiswa fisioterapi tingkat akhir yang dibagi ke dalam kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Instrumen yang digunakan adalah Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis Calgary-Cambridge Guide yang menilai empat domain keterampilan komunikasi: building rapport, gathering information, explaining and planning, closing the session. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk perbandingan pretest–posttest dalam kelompok dan Mann–Whitney U Test untuk perbandingan antar kelompok, dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi di seluruh domain keterampilan komunikasi (p&lt;0,001), sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan terbatas. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan pada seluruh domain komunikasi&nbsp;klinis saat posttest dengan skor lebih tinggi pada kelompok intervensi (p&lt;0,001). Dengan demikian, simulasi telehealth terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterampilan komunikasi klinis mahasiswa fisioterapi serta relevan untuk diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan fisioterapi di era transformasi digital.</p> Ida Aryani Pasaribu, Dewi Astuti Pasaribu ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/383 Tue, 02 Dec 2025 05:03:01 +0000 PENGARUH PEMBERIAN SARI KACANG MERAH TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/406 <p>Hemoglobin is an essential component of blood that functions to transport oxygen and iron throughout the body’s tissues. A deficiency in hemoglobin below the normal range can lead to anemia. Preventive efforts can be carried out through the administration of iron supplements and the consumption of iron-rich foods, such as red beans. This study aims to determine the effect of red bean extract on increasing hemoglobin levels among adolescent girls at SMP Amanah 1 Medan. The study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study population consisted of all female students at SMP Amanah 1 Medan, totaling 33 individuals. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 10 adolescent girls as respondents. Data were collected using an observation sheet and analyzed univariately and bivariately using the paired sample t-test with a significance level of α = 0.05. The average hemoglobin level before the administration of red bean extract was 11.34 g/dL, which increased to 11.99 g/dL after the intervention. The paired sample t-test showed a p-value of 0.000 &lt; 0.05, indicating a significant difference before and after the administration of red bean extract. The findings conclude that red bean extract has an effect on increasing hemoglobin levels among adolescent girls at SMP Amanah 1 Modern Medan. It is recommended that the school provide education on anemia and its prevention, as well as offer foods or beverages made from red beans in the school cafeteria.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Hemoglobin merupakan komponen penting dalam darah yang berperan membawa oksigen dan zat besi untuk disalurkan ke seluruh jaringan tubuh. Kekurangan hemoglobin di bawah batas normal dapat menyebabkan anemia. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah serta konsumsi makanan tinggi zat besi, salah satunya kacang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Amanah 1 Medan. Penelitian menggunakan desain <em>quasi-experiment</em> dengan pendekatan <em>one group pretest–posttest</em>. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswi SMP Amanah 1 Medan sebanyak 33 orang. Sampel dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em> sehingga diperoleh 10 remaja putri sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji <em>paired sample t-test</em> dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian sari kacang merah adalah 11,34 gr/dL, dan meningkat menjadi 11,99 gr/dL setelah intervensi. Hasil uji <em>paired sample t-test</em> menunjukkan nilai p = 0,000 &lt; 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pemberian sari kacang merah. Terdapat pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Amanah 1 Modern Medan. Disarankan kepada pihak sekolah untuk memberikan penyuluhan mengenai anemia dan pencegahannya serta menyediakan makanan atau minuman berbahan dasar kacang merah di kantin sekolah.</p> Novy Ramini Harahap, Rauda Rauda, Ida Lestari Tampubolon, Yurika Chindi Lubis ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/406 Tue, 09 Dec 2025 09:53:35 +0000 PENGARUH MUTU PELAYANAN DENGAN PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/398 <p>Healthcare service quality is a crucial factor in determining patient satisfaction and influencing the decision to reuse healthcare services. Medan Adventist Hospital, a type C private hospital, continues to face issues related to service quality, such as long waiting times, limited communication between medical staff and patients, and a decline in outpatient visits by 2024. This study aims to determine the relationship between service quality and reuse of outpatient services at Medan Adventist Hospital. This study was quantitative with a cross-sectional design. The study population was 2,713 outpatients, and a sample of 99 respondents selected using accidental sampling. Data analysis used logistic regression with a 95% significance level. The results showed that reliability (sig=0.002), tangibles (sig=0.001), and empathy (sig=0.015) significantly influenced service reuse. Thus, the research hypothesis is accepted that service quality influences the reuse of outpatient services at Medan Adventist Hospital in. The conclusion of this study is that some dimensions of service quality are significantly related to reuse. It is recommended that the hospital improve aspects of reliability, empathy, and tangibles to increase patient satisfaction and willingness to reuse outpatient services.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam menentukan kepuasan pasien dan berpengaruh terhadap keputusan pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Advent Medan sebagai salah satu rumah sakit swasta tipe C masih menghadapi permasalahan terkait mutu pelayanan, seperti waktu tunggu yang lama, keterbatasan komunikasi tenaga medis dengan pasien, serta penurunan kunjungan pasien rawat jalan pada tahun . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dengan pemanfaatan ulang pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Advent Medan tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan dengan jumlah 2.713 orang, dan sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kehandalan (sig=0,002), bukti fisik (sig=0,001), dan empati (sig=0,015) berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan ulang pelayanan. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima bahwa terdapat pengaruh mutu pelayanan terhadap pemanfaatan ulang pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Advent Medan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian dimensi mutu pelayanan berhubungan secara signifikan dengan pemanfaatan ulang pelayanan. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan aspek kehandalan, empati, serta bukti fisik, agar pasien merasa lebih puas dan bersedia memanfaatkan ulang pelayanan rawat jalan.</p> Dyna Safitri Rhakelmi Rangkuti, Rahmawati Br. Tarigan, Andini Mentari Tarigan, Kelwry Grace Merari Panjaitan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/398 Tue, 09 Dec 2025 12:08:40 +0000 PENGARUH PEMBERIAN IKAN GABUS KUKUS (CHANNA STRIATA) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/401 <p>Childbirth often causes injuries to the birth canal that are difficult to avoid. One of the most common complications experienced by mothers after delivery is a perineal wound, which can cause pain, discomfort, and delay the healing process. Snakehead fish (<em>Channa striata</em>) contains a high level of albumin, which plays an important role in wound healing. This study aimed to determine the effect of steamed snakehead fish (<em>Channa striata</em><strong>)</strong> consumption on perineal wound healing among postpartum mothers at BPM Neri Medan<strong>. </strong>The research design used was a pre-experimental design with a pre-test post-test control group design<strong>.</strong> The population consisted of all postpartum mothers who experienced first- and second-degree perineal tears, and the sampling technique used was purposive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis.The results showed that the data for postpartum mothers who were given steamed snakehead fish and those who were not were not normally distributed, with a <em>p-value</em> of 0.000. This indicates a significant effect of steamed snakehead fish consumption on perineal wound healing among postpartum mothers at BPM Neri Medan, Sunggal District, Deli Serdang Regency. Conclusion: The consumption of steamed snakehead fish (<em>Channa striata</em>) has a positive effect on the healing of perineal wounds in postpartum mothers. Suggestion: Health workers are encouraged to educate postpartum mothers with perineal wounds about the importance of consuming snakehead fish to accelerate the healing process.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Persalinan seringkali menyebabkan luka pada jalan lahir yang sulit dihindari, salah satu komplikasi yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan adalah luka perineum yang dapat menimbulkan rasa sakit, ketidaknyamanan, serta penundaan dalam proses pemulihan. Ikan gabus memiliki kandungan albumin yang tingg. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ikan Gabus Kukus (<em>Channa Striata</em>) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Di BPM Neri Medan. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain penelitian pre test-post test control grup design. Populasi penelitian terdiri dari seluruh ibu post partum yang mengalami luka perineum derajat I dan II, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data ibu post partum yang diberikan ikan gabus kukus dan tidak diberikan ikan gabus kukus tidak terdistribusi normal dengan nilai ρ value 0.000. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ikan gabus kukus (Channa striata) berpengaruh terhadap pemulihan luka perineum pada ibu setelah melahirkan di BPM Neri Medan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Saran untuk pihak peneliti adalah memberikan edukasi kepada ibu-ibu post partum yang mengalami luka perineum tentang manfaat pentingnya mengonsumsi ikan gabus, agar proses penyembuhan luka bisa lebih cepat.</p> Mila Syari, Nurrahmaton Nurrahmaton, Elvina Sari Sinaga ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/401 Tue, 16 Dec 2025 03:50:04 +0000 HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 5 LHOKSEUMAWE https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/402 <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11.0pt;">Nutritional problems among adolescents remain a public health issue that may affect the quality of human resources in the future. Eating habits are considered one of the factors influencing adolescents’ nutritional status. This study aimed to analyze the relationship between eating habits and nutritional status among adolescents at SMA Negeri 5 Lhokseumawe City. This research employed an analytical study with a cross-sectional design. A total of 62 female students were selected using a random sampling technique. Data were collected through questionnaires and nutritional status measurements, then analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had poor eating habits (96.8%), while most of them had normal nutritional status (54.8%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.362 (p &gt; 0.05), indicating no significant relationship between eating habits and nutritional status among adolescents. This finding suggests that adolescents’ nutritional status is influenced not only by eating habits but also by other factors such as physical activity, metabolic conditions, and socioeconomic status. Therefore, a comprehensive nutritional approach is needed to improve adolescent health.</span></p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;">&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Masalah gizi pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang dapat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menentukan status gizi remaja adalah kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 62 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik <em>random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner kebiasaan makan dan pengukuran status gizi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan makan kurang baik (96,8%), namun mayoritas status gizi berada pada kategori normal (54,8%). Hasil analisis statistik diperoleh nilai p = 0,362 (p &gt; 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan status gizi remaja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi remaja tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan, tetapi juga oleh faktor lain seperti aktivitas fisik, metabolisme tubuh, dan kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan gizi yang komprehensif untuk meningkatkan kesehatan remaja.</p> Syahabuddin Hamid, Subki Subki, Ainil Yusra, Sulaiman Harun, Munazar Munazar, Syam Irwan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/402 Fri, 26 Dec 2025 07:03:25 +0000 PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PADA REMAJA PUTRI https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/403 <p>Dysmenorrhea is characterized by lower abdominal pain that occurs before or during menstruation. It is one of the most frequent gynecological complaints among adolescents and often disrupts their daily activities, including school attendance and productivity. Non-pharmacological interventions, such as yoga exercise, have gained increasing attention as complementary approaches for managing menstrual pain. Yoga is believed to promote relaxation of the endometrial and pelvic muscles and stimulate the release of endogenous analgesic substances, including endorphins and enkephalins, thereby reducing dysmenorrheic symptoms. This study employed a quasi-experimental design using a pretest–posttest approach with a non-equivalent control group. The sample was divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention consisted of yoga exercises performed for three consecutive days. Dysmenorrhea intensity was measured using the Wong–Baker Faces Pain Rating Scale. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and the Mann–Whitney test due to the non-normal distribution of the data. A significant decrease in pain intensity was observed in the intervention group following the yoga exercise program (p = 0.004). The control group also showed a statistically significant change (p = 0.006), although the reduction was not as substantial. Comparative analysis between the two groups indicated a significant difference in pain reduction (p = 0.015), demonstrating the stronger influence of the yoga intervention compared to no intervention.Discussion:The findings suggest that yoga exercise is effective in reducing dysmenorrhea intensity among adolescent girls. The physiological mechanism behind this improvement may be attributed to muscle relaxation, enhanced blood circulation, and the increased release of endogenous opioid peptides such as endorphins and enkephalins. These mechanisms collectively contribute to the reduction of menstrual pain. The results align with existing literature supporting yoga as a beneficial non-pharmacological approach for menstrual discomfort. This study concludes that yoga exercise has a significant positive effect on reducing dysmenorrhea intensity in adolescent girls. Yoga may be considered a practical, accessible, and safe complementary therapy for managing menstrual pain among adolescents.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dismenore adalah kondisi nyeri pada perut bagian bawah yang muncul sebelum atau selama periode menstruasi. Dismenore keluhan yang sering dialami remaja sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. senam yoga&nbsp; merupakan salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore. Senam Yoga dapat merelaksasi otot – otot endometrium dan dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa penghambat disminore seperti endorphin dan enkefalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap intensitas dismenore pada remaja putri. Desain penelitian ini menggunakan <em>Quasi experiment</em> menggunakan pendekatan <em>pretest-posttest with non-equivalent control group</em>. Sampel pada penelitian ini dibagi 2 yaitu kelompok intervensi dan kontrol. Senam yoga dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran intensitas dismenore menggunakan <em>Wong-Baker Faces Pain Rating Scale</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon</em> dan <em>Mann-Whitney</em> karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,004), sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai (p=0,006). Dengan Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,015). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh signifikan senam yoga terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri.</p> Rauda Rauda, Novy Ramini Harahap, Siti Aisyah, Ade Ilma Ilham Putri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.murniteguhuniversity.ac.id/index.php/ithj/article/view/403 Wed, 31 Dec 2025 06:25:36 +0000